Noviantoni Kahar kedodoran. Maka pelampiasannya jadi ke kata-kata kasar: bualan, terbelakang, dsb. Terlihat sangat inferior terhadap Barat. Kasian. Abdul Moqsith Ghazali pun persis sama kedodoran.
Keduanya tak mau meliat kenyataan bahwa Indonesia belum demokrasi. Tapi keduanya ngaku-ngaku 'Indonesia negara demokrasi'. Jadi pengetahuan tentang demokrasi tidak kesampaina, pengetahuan tentang syariat apa lagi.
Ketara sekali mereka jil dan kroninya takut akan berdirinya khilafah di bumi ALLAH ini, dan mereka menafsirkan ayat-ayat ALLAH sepotong-sepotong sesuka mereka, terutama yang diambil yang menguntungkan buat mereka, wahai gerombolan jil insyaflah, sadarlah, dan takutlah akan azab ALLAH di hari dimana mulut kalian tidak bisa membantah lagi, ALLAHU AKBAR!!!
Noviantoni Kahar kedodoran. Maka pelampiasannya jadi ke kata-kata kasar: bualan, terbelakang, dsb. Terlihat sangat inferior terhadap Barat. Kasian. Abdul Moqsith Ghazali pun persis sama kedodoran.
Keduanya tak mau meliat kenyataan bahwa Indonesia belum demokrasi. Tapi keduanya ngaku-ngaku 'Indonesia negara demokrasi'. Jadi pengetahuan tentang demokrasi tidak kesampaina, pengetahuan tentang syariat apa lagi.
kaffiela 9 months ago
Ketara sekali mereka jil dan kroninya takut akan berdirinya khilafah di bumi ALLAH ini, dan mereka menafsirkan ayat-ayat ALLAH sepotong-sepotong sesuka mereka, terutama yang diambil yang menguntungkan buat mereka, wahai gerombolan jil insyaflah, sadarlah, dan takutlah akan azab ALLAH di hari dimana mulut kalian tidak bisa membantah lagi, ALLAHU AKBAR!!!
ekooke8005 3 years ago