Added: 4 years ago
From: andryharmony
Views: 8,012
Sort by time | Sort by thread (beta)

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (32)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • Beginilah yang seharusnya terjadi di Indonesia tercinta... "pribumi" ga ada berbuat deskriminasi thdp etnis tionghoa, dan etnis tionghoa pun harus mampu berbaur dan tidak sombong thdp orang2 "pribumi".. mari kita berkolaborasi dibawah naungan bendera merah putih.. :)

  • ayyy merinding dengernya, Bravo Indonesia. I love sundanese.

  • Soooo Coool!!! I love it, so beautiful. Genius.

  • hebbbbbbbbbbbbbbbaaaaaaaaaaaaa­aaaaatt :) Great to see stuff like this.

  • hebbbbbbbbbbbbbbbaaaaaaaaaaaaa­aaaaatt :) Great to see stuff like this.

  • great....tidak usah berpikiran ideal seperti seniman murni yang menuntut kesempurnaan karya. upaya untuk mencoba kolaborasi ini, patut mendapat acungan jempol. peningkatan estetis karya akan meningkat seiring dengan bertambahnya kuantitas karya. jadi,... tingkatkan frekuensi kolaborasi seperti ini.

  • Sebenernya tinggal tunggu yang nanggap, he he.

  • Terimakasih, saya tidak bicara dikotomi. Cerita tahun 60an memang nyata2 ada malah tetangga saya di Solo adalah penari dan guru tari jowo, sehari-hari berbahasa jowo, itu sangat alami . Perlu diketahui wayang wong Istanna Mangkunegara pada awal abad 20 an yang membawa keluar tembok Istana adalah Orang Tionghua. Contoh musik gambang keromong kan alami juga. Jadi disini saya ingin mengatakan bahwa proses akulturasi budaya sudah lama berlangsung, tinggal kita teruskan. Salam Kembali

  • Lebih khusus, pada tahun 60an di Jowo banyak grup wayang wong atau penari yang di mainkan oleh kaum Tionghua saja atau juga campuran demikian halnya dalang, pemain gamelan, kerocong, seperti gambang kromong, bahkan seolah nuansa china dan sunda berbaur secara alami. Indah sekali. Di Institut Seni Indonsia Surakarta, sekarang masih ada dosen tari putri bernama Nora Kustantinah Dewi, beliau pelaku dan saksi sejarah. Kalau tidak salah di Bandung ada grup Tembang Cianjuran dari warga Tionghua.

  • Ya, kalau dipaksakan tidak akan bagus. Biarkan secara alamiah saja, tidak perlu ada dikotomi segala rupa. Jika merasa nyaman dengan kesenian tertentu otomatis pasti ingin berpartisipasi, saya sendiri sangat senang dengan musik kecapi suling Cianjuran, wayang kulit tradisional, gamelan bali. Salam Harmony dari Bandung

  • Akan lebih baik lagi kalau beberapa pemainnya silang, yang Tionghoa main gamelan dan sebaliknya. Juga akan lebih indah lagi kalau dalam kehidupan sehari-hari bisa harmoni seperti alunan musik yan dipagelarkan....Semoga.

  • Mudah-mudahan, bisa jadi harmoni dalam kehidupan. Dalam grup kami di atas tidak melulu orang Tionghua, jadi sudah terealisasi harapannya.

  • Be proud Chines n indonesian culture..

  • WOW

  • edun euy....

  • Visit Indonesia 2010 ! : )

  • This extremely interesting :D

  • gelok!!

    uassyiiiik..... pisan euy!

  • Sunda+Tionghoa+Indonesia, yahud lah..

  • proud to be sundanese...

    beuh...pokona mah beuh...

  • Wedew,.. cool, sae sae,..

  • Bagusss, very unique....:)

  • sip lah sae pisan,, nuhun ah

  • keren!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  • Hebat semoga diteruskan

  • Ieu teh laguna Kulucu Malati nya? Hatur nuhun katampi.

  • Sing sumpah! Hebat pisan euy! Salut sayah...

  • hebat hebat euy

  • nice...eta suka :)

  • kang andy nuhun..aduh sae pisan..siiplah..

  • wow..I love it!! I will go back to Indonesia.

  • wads the name for the first song? im trying to find it in the javanese gamelan version. 00:20 till 02:00.

  • It's "Lemah Cai" means Mother Land or Tanah Air. It's sundanese :-)

  • fantastic....it's great colaboration between two culture with different back ground,but there are similarity.....bravo..please provide another similar video..

Loading...
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more