Beginilah yang seharusnya terjadi di Indonesia tercinta... "pribumi" ga ada berbuat deskriminasi thdp etnis tionghoa, dan etnis tionghoa pun harus mampu berbaur dan tidak sombong thdp orang2 "pribumi".. mari kita berkolaborasi dibawah naungan bendera merah putih.. :)
great....tidak usah berpikiran ideal seperti seniman murni yang menuntut kesempurnaan karya. upaya untuk mencoba kolaborasi ini, patut mendapat acungan jempol. peningkatan estetis karya akan meningkat seiring dengan bertambahnya kuantitas karya. jadi,... tingkatkan frekuensi kolaborasi seperti ini.
Terimakasih, saya tidak bicara dikotomi. Cerita tahun 60an memang nyata2 ada malah tetangga saya di Solo adalah penari dan guru tari jowo, sehari-hari berbahasa jowo, itu sangat alami . Perlu diketahui wayang wong Istanna Mangkunegara pada awal abad 20 an yang membawa keluar tembok Istana adalah Orang Tionghua. Contoh musik gambang keromong kan alami juga. Jadi disini saya ingin mengatakan bahwa proses akulturasi budaya sudah lama berlangsung, tinggal kita teruskan. Salam Kembali
Lebih khusus, pada tahun 60an di Jowo banyak grup wayang wong atau penari yang di mainkan oleh kaum Tionghua saja atau juga campuran demikian halnya dalang, pemain gamelan, kerocong, seperti gambang kromong, bahkan seolah nuansa china dan sunda berbaur secara alami. Indah sekali. Di Institut Seni Indonsia Surakarta, sekarang masih ada dosen tari putri bernama Nora Kustantinah Dewi, beliau pelaku dan saksi sejarah. Kalau tidak salah di Bandung ada grup Tembang Cianjuran dari warga Tionghua.
Ya, kalau dipaksakan tidak akan bagus. Biarkan secara alamiah saja, tidak perlu ada dikotomi segala rupa. Jika merasa nyaman dengan kesenian tertentu otomatis pasti ingin berpartisipasi, saya sendiri sangat senang dengan musik kecapi suling Cianjuran, wayang kulit tradisional, gamelan bali. Salam Harmony dari Bandung
Akan lebih baik lagi kalau beberapa pemainnya silang, yang Tionghoa main gamelan dan sebaliknya. Juga akan lebih indah lagi kalau dalam kehidupan sehari-hari bisa harmoni seperti alunan musik yan dipagelarkan....Semoga.
fantastic....it's great colaboration between two culture with different back ground,but there are similarity.....bravo..please provide another similar video..
Beginilah yang seharusnya terjadi di Indonesia tercinta... "pribumi" ga ada berbuat deskriminasi thdp etnis tionghoa, dan etnis tionghoa pun harus mampu berbaur dan tidak sombong thdp orang2 "pribumi".. mari kita berkolaborasi dibawah naungan bendera merah putih.. :)
um123ize 6 months ago
ayyy merinding dengernya, Bravo Indonesia. I love sundanese.
liezmaya 1 year ago
Soooo Coool!!! I love it, so beautiful. Genius.
sarangistrategy 1 year ago
hebbbbbbbbbbbbbbbaaaaaaaaaaaaaaaaaatt :) Great to see stuff like this.
oghmaeve 1 year ago
hebbbbbbbbbbbbbbbaaaaaaaaaaaaaaaaaatt :) Great to see stuff like this.
oghmaeve 1 year ago
great....tidak usah berpikiran ideal seperti seniman murni yang menuntut kesempurnaan karya. upaya untuk mencoba kolaborasi ini, patut mendapat acungan jempol. peningkatan estetis karya akan meningkat seiring dengan bertambahnya kuantitas karya. jadi,... tingkatkan frekuensi kolaborasi seperti ini.
wagayanotakaramono 1 year ago
Sebenernya tinggal tunggu yang nanggap, he he.
andryharmony 1 year ago
Terimakasih, saya tidak bicara dikotomi. Cerita tahun 60an memang nyata2 ada malah tetangga saya di Solo adalah penari dan guru tari jowo, sehari-hari berbahasa jowo, itu sangat alami . Perlu diketahui wayang wong Istanna Mangkunegara pada awal abad 20 an yang membawa keluar tembok Istana adalah Orang Tionghua. Contoh musik gambang keromong kan alami juga. Jadi disini saya ingin mengatakan bahwa proses akulturasi budaya sudah lama berlangsung, tinggal kita teruskan. Salam Kembali
hermantoro 2 years ago
Lebih khusus, pada tahun 60an di Jowo banyak grup wayang wong atau penari yang di mainkan oleh kaum Tionghua saja atau juga campuran demikian halnya dalang, pemain gamelan, kerocong, seperti gambang kromong, bahkan seolah nuansa china dan sunda berbaur secara alami. Indah sekali. Di Institut Seni Indonsia Surakarta, sekarang masih ada dosen tari putri bernama Nora Kustantinah Dewi, beliau pelaku dan saksi sejarah. Kalau tidak salah di Bandung ada grup Tembang Cianjuran dari warga Tionghua.
hermantoro 2 years ago
Ya, kalau dipaksakan tidak akan bagus. Biarkan secara alamiah saja, tidak perlu ada dikotomi segala rupa. Jika merasa nyaman dengan kesenian tertentu otomatis pasti ingin berpartisipasi, saya sendiri sangat senang dengan musik kecapi suling Cianjuran, wayang kulit tradisional, gamelan bali. Salam Harmony dari Bandung
andryharmony 2 years ago
Akan lebih baik lagi kalau beberapa pemainnya silang, yang Tionghoa main gamelan dan sebaliknya. Juga akan lebih indah lagi kalau dalam kehidupan sehari-hari bisa harmoni seperti alunan musik yan dipagelarkan....Semoga.
hermantoro 2 years ago
Mudah-mudahan, bisa jadi harmoni dalam kehidupan. Dalam grup kami di atas tidak melulu orang Tionghua, jadi sudah terealisasi harapannya.
andryharmony 2 years ago
Be proud Chines n indonesian culture..
delima2x 2 years ago
WOW
Tgurl2008 2 years ago
edun euy....
jelagahati 2 years ago
Visit Indonesia 2010 ! : )
asholein 3 years ago
This extremely interesting :D
Gildon 3 years ago
gelok!!
uassyiiiik..... pisan euy!
nayogo 3 years ago
Sunda+Tionghoa+Indonesia, yahud lah..
fudhiyanto 3 years ago
proud to be sundanese...
beuh...pokona mah beuh...
DonzAlx 3 years ago
Wedew,.. cool, sae sae,..
demarda 3 years ago
Bagusss, very unique....:)
rilanja 3 years ago
sip lah sae pisan,, nuhun ah
tamuragaki 3 years ago
keren!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
setagayakun 4 years ago
Hebat semoga diteruskan
togegoreng 4 years ago
Ieu teh laguna Kulucu Malati nya? Hatur nuhun katampi.
Nefertellie 4 years ago
Sing sumpah! Hebat pisan euy! Salut sayah...
chocolattamocca 4 years ago
hebat hebat euy
anenot 4 years ago
nice...eta suka :)
sonomano5 4 years ago
kang andy nuhun..aduh sae pisan..siiplah..
momyikel 4 years ago
wow..I love it!! I will go back to Indonesia.
akulovemu 4 years ago
wads the name for the first song? im trying to find it in the javanese gamelan version. 00:20 till 02:00.
Cimande83 4 years ago
It's "Lemah Cai" means Mother Land or Tanah Air. It's sundanese :-)
andryharmony 4 years ago
fantastic....it's great colaboration between two culture with different back ground,but there are similarity.....bravo..please provide another similar video..
pujagalana 4 years ago